Hasrat Yesus hanyalah agar kita menerima belas kasih Bapa-Nya yang hanya dapat datang kepada kita jika Dia menanggung hukuman yang pantas bagi kita. Bacaan Pertama: Yos 3:7-11,13-17; Mazmur Tanggapan: Mzm 114:1-6 Kita dekat tiada dapat membayangkan kegetiran yang ditanggung oleh Yesus kala memahami bahwa orang-orang yang membutuhkan-Nya justru yaitu orang-orang yang menghukum diri-Nya sampai lumpuh pada kayu salib. akan tetapi bukan cuma orang-orang Yahudi dan Romawi zaman bahari silam yang bertanggung-jawab terhadap kematian-Nya. Yesus wafat bakal dosa-dosa semesta jemaah manusia seluruh zaman. Selagi beliau membawa salib-Nya menuju bukit Kalvari, Yesus tak bukan cuma merasakan bagaimana pun beratnya kayu salib yang menekan diri-Nya. Selagi diri-Nya tercantol dalam kayu kayu silang; dan akhirnya wafat, tidak hanya tusukan paku dan tulang pada kepala-Nya yang membuahkan rasa nyeri luarbiasa. Yesus merasakan beratnya kekeliruan dari setiap jiwa oknum yang sempat terbentuk pada perawatan wajah.

Ardi ini … tanpa kecuali. THE UNFORGIVING SERVANTNamun demikian, kasih Yesus begitu akbar sehingga walaupun pada saat-saat ia menanggung rasa perih ini, beliau berdoa untuk pengampunan kita (Luk 23:34). gairah Yesus hanyalah supaya kita menampung simpati kasih Bapa-Nya yang hanya bisa berlabuh untuk kita seandainya dia menanggung vonis yang pantas distribusi kita. Nah, kalau kita menyambut kasih kasih Allah sedemikian, bukankah kita pantas silih mengisyaratkan belas kasih yang sama untuk sesama kita? Inilah permasalahan dari perbandingan berkenaan pengikut yang bukan berterima kasih yang ditujukan pada kita masing-masing. untuk bereaksi masalah ini kita layak pertama-tama menyadari bahwa Yesus wafat akan semua orang. Yesus bukan mengetahui; “anak emas” atau favorit! Kita diampuni secara sama, dikasihi oleh Allah secara sama, dan secara sama pula kita sebagai penerima Roh Kudus-Nya. Selagi kuat-kuasa kebenaran ini masuk menyesap ke intern emosi kita, dan kita akan.

Fasih nama Yesus bagi membuktikan kepada setiap pribadi jaga rasa yang sama dan cintakasih yang sama bagai yang telah ditunjukkan oleh-Nya. Walaupun terdengar amat menantang, biar betapa pun juga yaitu suatu kebenaran, bahwa sampai dalam mana kita berpandangan “selektif” (artinya pilih-pilih atau diskriminatif) internal soal berbelas kasih kepada sesama, sampai di telaga pula kita tinggal membutuhkan apresiasi berkenaan belas kasih yang kita dapat dari diri-Nya. sedemikian itu banyak yang layak diampuni dalam mana-mana dekat seluruh ardi ini. Allah ingin membawa kasih-Nya menjelma sempurna dalam badan kita masing-masing biar kita memperlakukan setiap orang menggunakan respek dan bela rasa yang sama pula. Allah ingin memampukan kita akan menampak setiap orang – bagaimana pun jauhnya mereka sudah terbuang dari kebaikan – sebagai seorang anak Allah yang sangat dikasihi-Nya, yang dipilih oleh-Nya akan menerima kasih yang sama seolah-olah yang secara.

Bebas telah diberikan-Nya untuk kita. moga-moga Allah membuka mata kita terhadap belas-kasih-Nya supaya supaya melalui kasih kita beliau sanggup mentransformasikan dunia. DOA: oke Tuhanku dan Allahku, kamu sudah mengindikasikan untuk diriku belas kasih-Mu. Berdayakanlah diriku agar akan dan mampu berbelas kasih pada orang-orang dekat sekelilingku. Tolonglah saya supaya dapat menampak setiap pribadi karena penghargaan yang sama seperti kamu sudah lakukan. Amin. Catatan: bakal mendalami bacaan Injil hari ini (Mat 18:21-19:1), bacalah karangan atas kop “AJARAN YESUS berkenaan PENGAMPUNAN” (bacaan terlepas 15-8-13) internal situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs..wordpress.com; kategori: 13-08 PERMENUNGAN ALKITABIAH AGUSTUS 2013. Cilandak, 8 Agustus 2013 Sdr. F.X. Indrapradja, OFS August 14, 2013 sangsabda Leave a comment Categories: 13-08 BACAAN majalah AGUSTUS 2013, PERUMPAMAAN-PERUMPAMAAN YESUS Tags: simpati KASIH ALLAH, menanggung SALIB, PENGAMPUNAN, perumpamaan pembantu YANG tiada BERTERIMA KASIH, YESUS KRISTUS MENDASARKAN segala RELASI KITA PADA iba KASIH.

ALLAH MENDASARKAN seluruh RELASI KITA PADA kasih KASIH ALLAH (Bacaan Injil Misa Kudus, nasihat S. Maximilianus Maria Kolbe – Rabu, 14 Agustus 2013) Fransiskan Conventual: perjamuan S. Maximilianus Maria Kolbe, Martir YESUS instruktur KITA“Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah ia dalam bawah catur mata. andaikan dia mendengarkan nasihatmu anda telah mendapatnya kembali. misalnya beliau tak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, biar buat pem-beritahuan dua atau tiga pribadi saksi, kasus itu tak disangsikan. apabila ia tak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya untuk jemaat. jika dia tak hendak juga mendengarkan jemaat, pandanglah dirinya sebagai seorang yang bukan mengetahui; Allah atau seorang pemungut cukai. sesungguhnya abdi berujar kepadamu: Apa yang engkau ikat pada alam ini hendak terlibat pada nirwana dan apa yang anda lepaskan pada alam ini hendak terlepas di surga. Lagi pula saya berkata kepadamu: .

About admin