Hasrat kita untuk menerima pertolongan dari Yesus bagi orang-orang yang kita kasihi maupun untuk diri kita sendiri, plus kerendahan hati kita, Pokok prima yang kudu kita catat yaitu bahwa sang perwira – seorang kafir di indra penglihat jiwa Yahudi dan seorang pejuang – mengisyaratkan penghargaan dan kekaguman atas manusia Yahudi dengan membangun sebuah sinagoga kepada mereka beribadat. Walaupun beliau bukanlah seorang Yahudi, perwira ini menghargai pemeluk Yahudi sebagai perawatan wajah kelompok pribadi yang signifikan di mata Allah. Bukannya bukan siapa tahu bahwa ia pun mengidamkan mengincar suatu relasi yang lebih sungguh-sungguh melalui Allah Israel. Kedua, sehabis mempelajari tentang Yesus, perwira ini langsung memberi jawaban sama mengirimkan amanat memohon untuk Yesus buat berlabuh dan memulihkan seorang hambanya yang dikasihinya. sekaligus lagi, sang perwira memiliki keterbukaan yang akbar – dan ambisi – buat mengalami kuat-kuasa Allah yang selamanya terbukti setiap kali Yesus.

Berjumpa sambil orang-orang yang sakit atau menderita depresi hidup. Ketiga, mungkin yang paling istimewa yaitu bahwa kita cakap melihat jiwa sang perwira kala dirinya menerangkan pada Yesus melalu perantaraan sahabat-sahabatnya: “…aku tiada layak mendapat tuan pada dalam rumahku” (Luk 7:6). pernyataan ini membuktikan bahwa sang perwira merupakan seorang pribadi yang benar-benar rendah hati, juga imannya dan rasa percayanya untuk ia yang memang pantas: Yesus! Kerendahan perasaan sang perwira dan rasa percayanya untuk Tuhan Yesus juga diungkapkan oleh tindakan-tindakannya. ia bukan tahu muncul sendiri dekat permulaan Yesus, memisahkan dua kali mengirim utusan-utusannya untuk bersua serta Dia, bersama penuh kepercayaan bahwa Yesus tiada hanya mampu menyembuhkan hambanya memisahkan akan menyembuhkan hambanya itu juga. Jadi, ia sepenuhnya percaya mau kemampuan dan hasrat Yesus kepada mengobati hambanya. sambil sebuah batin sedemikian, maka kuat-kuasa rehabilitasi dari Yesus mau mengalir sambil mudah. hasrat kita bagi.

Menyambut pertolongan dari Yesus alokasi orang-orang yang kita kasihi maupun bakal sendiri kita sendiri, plus kerendahan kalbu kita, dan rasa membenarkan yang gede kepada-Nya dan kuat-kuasa Allah intern diri-Nya, yakni kunci-kunci yang diperlukan mudah-mudahan kita kuasa mendapat kesegaran yang dia mau berikan kepada kita. batin sang perwira dan tindakan-tindakannya membawa kesehatan ilahi distribusi hambanya. Oleh sebab itu, pada hari ini kita juga harus melaksanakan yang terbaik untuk mendapatkan sebuah emosi bagaikan yang dimiliki sang perwira. Marilah kita mengambil langkah-langkah yang positif dan tampil intern keteguhan batin selagi kita menampung jamahan kesehatan dari Yesus. DOA: Tuhan Yesus, saya sekali not pantas mengambil cintakasih-Mu yang sedemikian besar. Namun, hamba mengerti bahwa engkau pantas dan layak akan cintakasihku. beserta penuh kepercayaan dan serta segenap kerendahan hati, aku mohon semoga engkau bersedia mencurahkan kuat-kuasa penyembuhan-Mu ke intern hidupku. beta membenarkan kamu mau mendengarkan.

Doaku ini, karena tuan adalah Tuhan dan Juruselamatku. Amin. Catatan: untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 7:1-10), bacalah makalah yang berjudul “IMAN SEJATI dalam KAPERNAUM” (bacaan tanggal 16-9-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 13-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2013. Cilandak, 12 September 2013 Sdr. F.X. Indrapradja, OFS September 15, 2013 sangsabda Leave a comment Categories: 13-09 BACAAN koran SEPTEMBER 2013 Tags: CENTURION, MUKJIZAT & PENYEMBUHAN, PERWIRA ROMAWI, YESUS KRISTUS girang dalam surga senang dalam surga (Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU polos XXIV – 15 September 2013) Lost_Sheep_1158-39Para pemungut retribusi dan orang-orang berdosa, semuanya datang pada Yesus untuk mendengarkan Dia. lantas bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya, “Orang ini menyambut orang-orang berdosa dan makan bersama-sama oleh mereka.” terus dia mengirimkan perumpamaan ini pada mereka, “Siapakah dalam rumpang kamu yang mempunyai seratus akhir domba, dan jika beliau kehilangan.

Seekor pada antaranya, tak menjauhkan yang sembilan puluh sembilan akhir pada padang gurun dan pergi mencari yang salah jalan itu sampai ia menemukannya? jika beliau telah menemukannya, ia meletakkannya dalam pada bahunya sama gembira, dan setibanya di griya ia menyeru sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya dan berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama menggunakan aku, asal mula hamba sudah menemukan dombaku yang lenyap itu. saya bercerita kepadamu: begini juga akan ada gembira di firdaus atas eka oknum bertobat, lebih ketimbang sukacita karena sembilan puluh sembilan pribadi benar yang tidak memerlukan pertobatan.” “Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika beliau kehilangan wahid dirham, bukan mengoperasikan pelita dan membersihkan graha dan mencarinya demi ketat sampai ia menemukannya? andaikata dia sudah menemukannya, ia menyapa sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya dan berkata: Bersukacitalah bersama-sama beserta aku, faktor gua telah mendapatkan dirhamku yang lenyap itu. .

About admin