Bacaan Pertama: 1Yoh 2:22-28; Mazmur Tanggapan: Mzm 98:1-4 KARUNG YANG PENUH sambil ULAR-ULAR KARUNG YANG PENUH serta ULAR-ULAR (Bacaan Injil Misa Kudus, fatwa S. Basilius besar & S. Gregrorius dr Nazianze, Uskup-Pujangga Gereja – Kamis, 2 Januari 2014) YOHANES PEMBAPTIS – 51Inilah kenyataan Yohanes sementara orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa penghantar dan orang-orang Lewi kepadanya kepada menyoalkan dia, “Siapakah engkau?” beliau mengaku dan tak berdusta, katanya, “Aku bukan Mesias.” lalu mereka bertanya kepadanya, “Kalau begitu, siapa? Apakah saudara Elia?” ia menjawab, “Bukan!” “Engkaukah nabi yang bakal datang?” dia pun menjawab, “Bukan!” gara-gara itu kata mereka kepadanya, “Siapakah engkau? asal mula kita layak memberi respons untuk mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?” Jawabnya, “Akulah bahana pribadi yang menjerit-jerit di padang gurun, ‘Luruskanlah jalan Tuhan!’ bagai yang sudah dikatakan utusan Tuhan Yesaya.” di celah Dr Rochelle Skin Expert.

Orang-orang yang diutus itu ada separuh jiwa Farisi. Mereka bersoal kepadanya, “Kalau demikian, mengapa kamu membaptis, jika saudara bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan utusan Tuhan yang mau datang?” Yohanes membalas mereka, “Aku membaptis lewat air; melainkan pada tengah-tengah engkau tampil beliau yang bukan kamu kenal, adalah Dia, yang hadir akhirnya ketimbang aku. Membuka benang kasut-Nya pun kawula tiada layak.” hal itu terjadi dalam Betania yang pada melalui bengawan Yordan, tempat Yohanes membaptis. (Yoh 1:19-28) Bacaan Pertama: 1Yoh 2:22-28; Mazmur Tanggapan: Mzm 98:1-4 tabiat yang diambil oleh Yohanes Pembaptis sama dengan suatu pandangan yang sulit bakal diterima pada waktu kontemporer ini. Yohanes tak hendak mendapat penghargaan perincian dirinya sendiri. memakai lugas dia melaporkan bahwa dirinya bukanlah sang Mesias, bukan juga Elia atau salah seorang rasul besar. Yohanes mengakui bahwa keberadaannya hanyalah bagi iso- tujuan, yakni mempersiapkan.

Jalan bagi seorang Pribadi, seseorang yang jauh lebih raya daripada dirinya sendiri, sehingga membuka rantai kasut-Nya pun Yohanes merasa tidak layak. Kerendahan emosi Yohanes, keikhlasannya untuk berteduh dekat kursi belakang, kesederhanaannya, seandainya kita bersedia berterus-terang, bukanlah kelakuan yang populer. Namun, setiap oknum juga tiada meminati kebalikannya, ialah keangkuhan, bilamana ia melihatnya diperoleh internal sendiri sosok lain. Pada lazimnya orang tiada mau menonton seorang beraksi seakan-akan dirinya sama dengan seorang yang mahakuasa, sedangkan kita sendiri suka bersuara arogan dan lagak juga. Kita berperan seakan-akan kera-kera intern percobaan ternama dari Darwin. Darwin memperlihatkan pada beberapa buntut kunyuk sebuah karung penuh lewat ular-ular. Kera-kera itu berteriak sembari mengangkat tangan mereka dan kemudian berlarian dari tempat itu. mau namun kera-kera termaktub berlabuh balik bagi melihat ular-ular itu, tetapi terus berteriak lagi sambil mengangkat tangan-tangan mereka dan berlarian lagi. prinsip.

Dan kegiatan kera-kera itu berulang seputar kali. keangkuhan – menampak diri sendiri sebagai insan penting/hebat – adalah seakan-akan sebuah karung yang penuh atas ular-ular, lebih berbahaya dan merusak ketimbang ular-ular itu sendiri. Kita berteriak keras sambil memalingkan bagian depan kita dan pergi andaikata menonton seseorang terbawabawa intern apa yang kita jumlah sebagai kecongkakan atau aib, akan tetapi kita sinambung saja kembali dan kembali lagi bakal menggembirakan kepribadian kita. YOHANES PEMBAPTIS MEWARTAKAN PERTOBATANYohanes Pembaptis jauh lebih cermat dari mayoritas kita. dia menampik bujukan menundukkan bakal selaku lebih dikagumi daripada dia yang hendak datang. Yohanes juga tiada mau mencegah (bahasa Betawi: ngangkangin) murid-muridnya bagi dirinya sendiri, artinya tak egois. Kita dapat saja membahasakan bahwa Yohanes melangsungkan tugas yang kandas dan tiada diimbali demi rasa terima kasih sewajarnya …… a thankless job, oleh pekerjaannya itu penuh pada akibat kehilangan nyawanya,.

Membuang-buang daya dan kehilangan para pengagumnya …… bagi seorang yang mau menggantikannya. mau namun Yohanes sebaik-baiknya menguasai nama kepada dirinya: beliau wajib memegang orang-orang lain pada Kristus, bukan fadilat perincian dirinya. Sesungguhnya, ini juga panggilan paruh kita semua, yaitu untuk membawa orang-orang untuk Kristus, tidak buat diberi pujian atau sejenis bintang jasa atau satya lencana bagi sendiri kita seorang diri apabila kita sudah berhasil mencapai rakitan yang baik. Ibaratnya kita merupakan keledai yang ditunggangi oleh Yesus kala memasuki pura Yerusalem. kalau kita berpikir atau merasa bahwa batang tubuh kitalah yang dipuji dan dielu-elukan oleh keturunan Adam banyak, dan kita mengangkat kedua kaki ambang kita keatas, maka Yesus cakap jatuh ke tanah. hanya menggunakan sistem menempatkan Yesus sebagai “pemain utama” dan sendiri kita cuma sebagai alat-alat-Nya, dan kita sanggup menemukan “pemenuhan diri” (self-fulfillment), .

About admin